Cinta membawanya kembali

Seperti biasa nafa selalu bengong sendiri di kelasnya jika jam pelajaran kosong. Teman-temannya asyik BBMan,Chattingan,Bercanda tawa,tidur dan sebagainya.  Tapi si nafa tetap saja diam, cuek dengan keadaan. “Naf…!! Napa sih lu ?? bengong mulu kerjaannya” ucap leo kawannya “ahh.. lu ganggu aja, le” jawab nafa, Tetttttttttttttttt…………..teeeettttttttt………bel istirahatpun berbunyi.

“kekantin bareng yukk…!!! Dari pada lu sendirian di kelas” ajak Mala,leo,Bagas. Nafa hanya menganggukkan kepalanya tanpa respon, ia mengambil novel kesayangannya di tasnya, lalu mereka pun pergi ke kantin bareng-bareng. Mala,leo dan Bagas Bercanda tawa di kantin, mereka mencoba menghibur nafa agar ia tertawa dan mengobrol dengan mereka, tapi ga ada respon dari nafa ia tetap sibuk membaca novelnya. Ia berubah cuek dan pendiam setelah sepeninggal mamanya, ia sangat terpukul, ia jarang sekali berbicara,senyum dan sebagainya.

Padahal Nafa adalah siswa yang baik,murah senyum,cerewet di sekolahnya, ia selalu membuat teman-temannya tertawa. Tapi semua itu sudah berubah, ia menjadi sosok Pendiam dan Ga perduli dengan sekitar.

Sepulang sekolah biasanya ia pulang bareng Mala,leo dan bagas, Tapi sekarang sudah enggak lagi. Mala,leo dan bagas selalu mengajaknya pulang bareng tetapi ia menggelengkan kepalanya tanpa sepatah katapun. Nafa sendirian di halte depan sekolahnya selama 2 jam ia menunggu papanya menjemputnya tapi papanya tak kunjung dating. Tiba-tiba Hujan turun dengan derasnya. Ia kebingungan sendiri, ia menelpon papanya tapi tak di angkat dan selalu sibuk, ia kebingungan akhirnya dia terdiam lagi.

“heii kok belom pulang???” Tanya seorang laki-laki seumurannya berpakaian seragam sama seperti seragam nafa, yang berdiri di sampingnya , tetapi nafa hanya menoleh,dan menggelengkan kepalanya. “hemm… belum di jemput ???”, nafa menganggukkan kepalanya. “kamu kenapa sih setiap aku Tanya selalu saja mengangguk,menggeleng. Ahhh kamu ini” nafa hanya memandang dan tersenyum sepintas saja. Hujan tak kunjung reda, nafa tetap menelpon papanya tapi Sibuk..sibuk..sibuk.. dan sibuk. 1 jam kemudian hujanpun reda, laki-laki itu bersiap-siap pergi pulang.

“yakin mau lama-lama disini ?? ini udah jam 04.45 loh, entar lagi udah mau petang, ga mau pulang ??” tanyanya “emm… iya aku mau pulang” jawab nafa “akhirnya kamu Ngomong juga. Fiiiuuhhh, oiya yuk Pulang bareng???? ga bakal aku apa-apain kok” “emm…. Iyadeh aku mau bareng” jawab nafa malu-malu “oiya , nama kamu siapa??? Aku willy” “em aku nafa, kamu anak siswa sini juga ??” Tanya nafa “iya, kamu adik kelas. Aku kakak kelas kamu” senyum willy “ouh” singkat nafa . “yaudah yukk pulang, keburu malem” ajak willy

Mereka berdua menaiki sepeda, nafa yang ga terbiasa naek sepeda motor gede dan melaju agak kencang ia ketakutan, ia ingin memeluk si willy aga tidak jatuh tapi ia canggung, merasa tak enak. “pengangan yang kuat naf,biar ga jatuh” ujar willy, mau ga mau nafa pun berpegangan bahkan ia memeluk erat willy. Dan akhirnya mereka sampek di depan rumah Nafa, ia segera turun dari sepeda willy. “aduuhh..!! kak maaf ya tadi megangnya erat, aku ketakutan soalnya ga biasa. Hhee” ujar nafa sambil menundukkan kepalanya “ahh.. ga apa-apa kok naf, nyantai aja kali, Oiya kalo ga keberatan, besok pagi kita jalan bareng yuk ke sekolah, kasian papamu mungkin ia lagi sibuk” ajak willy, nafa terdiam seketika, lalu “oke deh kak, aku mau. Aku tunggu ya” jawab nafa dengan senyumnya yang menawan

Willypun pergi pulang dan nafa segera masuk kamarnya ia merasa lelah, tapi ia tersenyum-senyum sendiri “wah non nafa lagi seneng.!!” “ehh si mbok, nggak mbok biasa aja, aku pergi tidur ya” . ia masuk kamar langsung terbentang di kasurnya, tiba-tiba saja wajah willy terlintas di fikirannya, ia senyum-senyum sendiri. “ehh aku kenapa sih???” Tanya nafa pada dirinya sendiri. Ia mengambil foto mamanya ia tak lupa menciumnya, ia merasa mamanya ada di dekatnya.

“sayang… ayoo bangun udah pagi kamu di jemput tuh sama temen kamu” ujar papa nafa membangunkan nafa, “Haaa…. Waduh iya pa” kaget nafa ia segera bergegas ke kamar mandi, papanya terkejut ia merasa aneh pada diri nafa pagi ini, biasanya nafa setiap di bangunin ga pernah jawab dan kaget seperti itu. Setengah jam kemudian nafa keluar dari kamarnya,aura wajahnya segar sekali, papanya terkejut “anak papa cantik sekali” “ini biasa kok pa” jawab nafa bete’. “aku berangkat dulu ya pa, dah” sambung nafa , ia sungkeman sama papanya, nafa dan willy pun berangkat kesekolah bareng.

Sampek di sekolah, mereka bareng-bareng masuk kelas . “aku kekelas dulu ya naf” ujar willy. Pulang sekolahpun tiba mereka pulang bareng. Dan  setiap hari mereka selalu bersama-sama, berangkat sekolah,pulang sekolah, kekantin dan lain-lain. Dan nafapun ceria kembali, “Naf…!!!” “ehh kalian” jawab nafa dengan senyumnya yang anggun “Alhamdulillah..” jawab mala,leo, dan bagas. Nafa kaget “kalian aneh deh, kenapa sih ??” “lu yang aneh naf, kemaren-kemarennya lu pendiam banget, kayak yang ga kenal ma kita gitu.” Ujar mala dengan wajahnya yang di tekuk-tekuk “iya naf, lu jarang Bercanda sama kita-kita” ujar leo “iya naf” sambung Bagas. “ya ampun.. aku ga apa-apa kok, aku kan sekarang jadi nafa yang dulu lagi” jawab nafa riang, mala,leo dan bagas memeluk nafa. Mereka sahabat sejati yang tak akan pernah pisah.

“eh ntar malem jalan-jalan yukk, udah lama kita ga jalan-jalan seperti dulu” ajak leo “ayuukkk,, aku kangen juga ni” jawab nafa. “aku boleh ikutan ga ???” “ehh Kak willy” senyu nafa. “ciiiieee.. ekhemm…ekhemm… ada yang lagi kasmaran nih.” Ceplos si mala “ih apa-apaan sih” jwab nafa. “ntar kalian gue traktir, Gimana ???” ujar willy “Mau donkk” serentak mala,leo, dan bagas, mereka bertiga saling pandang-pandangan lalu menggaruk-garukkan kepalanya dan malu-malu .

Waktu yang di tunggu-tunggu sudah tiba, willy dan yang yang lainnya menjemput nafa di rumahnya. Nafa segera keluar dengan anggunnya. Semua terpana melihat kecantikan nafa kembali seperti dulu. “kamu cantik sekali” serentak willy,mala,leo dan bagas , merekapun tertawa bareng karena mengucapkan kata yang sama.

Sampe di mall mala sibuk mencari-cari baju, leo dan bagas melihat-lihat sepatu edisi terbaru. Nafa yang tidak suka shopping ia memutuskan untuk keluar mall, nafa duduk-duduk di taman melihat indahnya langit yang bertaburan malam. “Malam ini indah sekali ma, Bintangnya bercahaya nan indah, Andai saja Mama ada di sini, nafa ga kesepian ma. Nafa merasa sendirian di sini, mama… nafa rindu mama, nafa butuh mama, mama segalanya bagi nafa” airpun menetes dari mata nafa, ia menunduk sambil menangisi keadaannya “Nafa..!!!” ucap willy, nafa menoleh kehadapan willy iapun memeluk willy. Ia menangis di pangkuan willy “udah jangan nangis lagi, disini ada aku, aku yang akan sayang kamu sepenuh hati seperti mama kamu menyayangi kamu” ujar willy.

Nafa berhenti menangis ia memandang willy tiba-tiba willy memegang kedua tangan nafa dan ia mengatakan “Nafa, maukah kamu jadi pacar aku ??” nafa terkejut dan ia memandang kedua bola mata willy, ia merasakan kesungguhan dari dalam willy. “semenjak kita bertemu di halte bus, aku jatuh cinta sama kamu” nafa tetap diam dan memandang willy tak percaya dengan apa yang ia ucap tadi “naf, jangan hanya diam aku butuh jawaban, Mungkin kamu sudah punya cowok, atau kamu ga suka tipe cowok kayak aku, atau kamu ga ada rasa cinta sama sekali ?? tolong jawab naf, jangan hanya diam, ya aku tau, mungkin kamu terkejut dan tak percaya mendengar ucapanku, Tapi..” Nafa menghentikan ocehan willy, ia menutup mulut willy dengan tangannya “aku tau wil, aku juga jatuh cinta sama kamu, aku mau kok jadi pacar kamu” ujar nafa dengan senyumnya.

willy tak menyangka dengan jawaban nafa, willy melompat kegirangan ia memeluk nafa dengan erat dan ia berkata “nafa aku akan jaga kamu dan hubungan ini, aku ga mau kehilangan kamu” “aku juga” jawab nafa. “ciiieeee…. Selamat ya yang baru pacaran” ucap mala meledek nafa, “moga langgeng deh” ujar bagas “Amin…!!!” sambung leo. Mereka pun tertawa di taman itu. Mama aku seneng,aku udah dapet orang yang aku cintai dan mencintai aku, pasti mama seneng ngelihat aku bahagia.Ma aku udah jadi nafa yang dulu yang periang, ini semua karena willy. Cinta nafa sama mama ga akan berkurang. Aku tetep cinta mama dan juga aku mencintai willy. Aku sayang mama. Dari lubuk hati nafa yang paling dalam, ia meneteskan air mata.

Nafa tersenyum-senyum memandang willy, willypun juga begitu. Mala,leo dan bagas mereka tak henti-hentinya melawak dan Tertawa terbahak-bahak.

THE END

Jangan Lupa Komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s