Cinta yang pertama

 “ayo latihan yang bener, jangan Banyak bicara” kata pak miko Guru Musik, “Lomba Musik sudah di depan mata, ingat jangan banyak bicara,Konsentrasi. Oke” sambung pak miko. “iya pak.!!” Serentak para siswanya.
            “nuna..!!” teriak dari balik pohon, “eh Meli, ada apa mel ? kok lari-lari ?” kata nuna “huhh hahh Huhh hahh” (meli kecapean) “Lebay banget deh, treak aja kan udah cukup, akunya pasti denger kok -_- fiiuh.. kamu” ujar nuna bete’ “ealah ni anak, aku dah manggil-manggil kamu dari kejauhan” , “alah iya iya, ada apa sih mel ?” ujar nuna “Nun, ntar maen Kerumah aku ya , hehe.. pengen belajar matematika bareng ma kamu. Matematika susah banget. Mau ya mau ya ??” Meli membujuk nuna, sambil tarik-tarik badan si nuna “alah iya iya. Kamu ini, yaudah ntar sore aku kerumah kamu jam 3 oke.” , “wah siip siip, ke kantin yuk” Meli menarik tangan Nuna. Mereka Pun ke kantin.

            Meli sibuk memilih makanan ringan yang ada di kantin,sedangkan si nuna sibuk baca komik kesayangannya, tanpa sadar “Guuubbrrraaaakkkk….!!!!!” , “aduuhhh, baju aku basah,gimana ini uhh kamu sih kalo mau lewat misi dulu donk” bentak nuna “abis kamu baca Komiknya serius amat, yaudah sini bangun” sambil mengulurkan tangannya, nunua pun memberikan tangannya pada Rega. “makasih..!!” ucap nuna “hem sama-sama” . “aku traktir Bakso ya, itung-itung Buat Minta maaf gitu , hehhe” ujar rega. Rega Menarik tangan nuna, merekapun duduk satu meja di kantin . “Buk, baksonya 2 ya” kata rega.

Rega dan Nuna pun memakan baksonya,mereka mengobrol dengan asyiknya,canda tawa pun menguap. Tanpa sadar mereka telah lama mengobrolnya sampai-sampai bel masuk berbunyi. Mereka berdua bersama-sama pergi ke kelas masing-masing. Nuna senyum-senyum sendiri mengingat moment tadi di kantin serasa ia melayang-layang, hatinya menari-nari entah kenapa ? “iihh….!!! Kemana aja, aku di tinggal sendiri ma kamu di kantin” ketus meli cemberut “waduhh..!!! baju kamu kenapa nun ?? Kotor gitu ?” kaget meli. “hehe.. ga apa-apa kok mel tadi ga sengaja rega anak kelas sebelah ngebentur aku, pas aku membalikan badan, aku jatuh trus minuman si rega kesiram ke baju aku, jadinya begini” ujar nuna menjelaskannya apa yang telah terjadi tadi di kantin .

            tetapi nuna tetap saja senyum senyum sendiri, sampek-sampek si meli merasa aneh melihat tingkah laku nuna, meli menggeleng-gelengkan kepalanya, merekapun masuk kelas bersama.

            Teetttt…..teeeeeeeettt…..teeeetttt…… Bel pulang sekolahpun berbunyi, semua Siswa berhamburan di lapangan sekolah SMAN 1 Bandung. Seperti biasa nuna selalu menunggu jemputan di halte depan sekolah bersama meli sahabatnya, “nuna, aku duluan ya, ayahku jemput tuh, mau bareng ??” ajak Meli “oh nggak mel makasih, aku juga di jemput ayah” ujar nuna dengan senyumnya .

Melipun pergi pulang, di halte nuna sendiri menunggu jemputan dari ayahnya, tiba-tiba Handphone Nuna bunyi, “Haloo…!! Ada apa, ayah ??” ujar nuna “sayang, ayah mintak maaf ya, ayah ga bisa jemput kamu hari ini, soalnya ayah meeting dengan Clien. Ga apa-apa,kan ?? kamu bisa pulang naek taxi dulu ya” jawab ayahnya. “yaahh…!! Iyadeh yah gaa apa-apa” jawab nuna bete’ “oke sayang bye” “bye” .

Nuna tetap di halte bus depan sekolah menunggu taxi lewat,dengan wajah Bete’. Mulai tadi ga ada taxi lewat, nuna tambah bete’. Tiba-tiba, Tiinnn….tiinnn….tiiinnn…… Nuna yang awalnya bete’ langsung Kaget mendengar Klakson mobil warna merah, kaca mobilpun di buka ternyata yang ada di mobil itu si Rega. “yakin, setia nungguin taxinya, ga mau pulang bareng ma aku, Gratis kok..” Rega menawarkan nuna. Nuna masih mikir-mikir, “kenapa masih mikir, udah ikut aja, lagian ga bakal aku apa-apain kok, tenang aja” yakin rega “eemmmp…!! Oke deh reg, aku terima tawaranmu” jawab nuna Malu-malu “oke siip”

Di perjalanan mereka bercanda tawa did ala mobil, nuna merasa senang tanpa sadar ia ketawa, padahal nuna susah di ajak bercanda, entah kenapa setiap nuna bersama rega selalu saja tertawa riang, ia menjadi wanita periang. Tanpa terasa nuna dan rega pun sampai di depan rumah nuna. yess udah nyampek” Nuna menatap rega, mereka pun saling menatap “eh, makasih ya rega, oya ga mampir dulu???” Tanya Nuna, “ouh makasih nun, kapan-kapan aja deh” “oke deh, bye hati-hati di jalan” “bye” senyum rega.

Nunapun masuk kerumah, ia tetap saja senyum-senyum sendiri. Mbok ija pembantu nuna saja merasa terheran-heran,ga biasanya nuna begitu. Pulang sekolah selalu kusut wajahnya, nah ini nggak, malah senyum-senyum.

“mbok, ntar kalo ada mama,ayah nanyak aku, bilang aku di kamar ya. Aku ga mau makan, soalnya udah kenyang mbok” ujar nuna sama si mbok “iya non” . Setiba di kamar ia langsung loncat  ketempat tidurnya dengan senangnya. Ia bengong dan senyum-senyum sendiri menatap langit-langit di kamarnya. Lalu ia mengambil buku diary kesayangannya, ia pun menceritakan semua apa yang terjadi hari ini.

Dear diary…

Aku merasa sangat bahagia, entah mengapa. Setiap di dekatnya aku selalu merasakan kebahagiaan, sebenarnya apa yang aku rasa ?? apakah ini jatuh cinta ?? benarkah ?? aku tak pernah merasakan Rasanya jatuh Cinta sebelumnya. Mungkinkah , ini dinamakan jatuh cinta ??? aku tak mengerti. Tapi jujur saja aku merasa sangat,sangat,sangat bahagia di dekatnya, serasa tak ada beban apapun, semuanya Havefun. Apa mungkin ia merasakan apa yang aku rasa ?? hahaa , bingung dengan perasaan aku sendiri. Ya sudahlah..!!!.

Nuna mengakhiri percakapannya dengan diary kesayangannya. Dia menaruh diarynya di bawah bantalnya. Lalu ia pun pergi tidur siang. Kriinggg…..kriinggg….Kriiinnggg….. Gedubrakk…..!!!!!!! “aduhhh kepala aku” meringis kesakitan “Lah, kenapa non. Kok bisa jatuh ??? sini non, Mbok bantuin” kata si mbok ija “aduh Ga apa-apa mbok, aku bisa sendiri. Aku mau mandi dulu mbok, mau kerumah meli” jawab nuna. 1 jam kemudian nuna sudah berpakaian Rapi, iya pun keluar kamarnya. Lalu “lah…Anak Mama Cantik sekali, Mau kemana ????” sapa mama nuna “aahhh…!! Mama Bisa aja , aku mau kerumah meli ma, mau belajar bareng gitu, boleh ya ???” “iya Boleh saying, yasudah sana hati-hati ya” “oke ma daahh…!!!!!!!!”

Seperti biasanya, dia bengong, senyum-senyum sendiri sambil nyetir mobilnya, tiba-tiba saja terlintas nama rega di pikirannya. Nahloh..kenapa aku kepikiran si dia????? Aduhh Nuna. Nuna pun nyampek di rumah meli. Tiba-tiba si Meli Muncul “Heiiiii…..!!! wahh kelamaan ini udah jam berapa” ujar meli bete’ “aduh mel telat dikit, lagian aku kan masih mandi trus make baju bla blab la bla. Butuh waktu lama uhhh kamu ini” ketus Nuna “yaudah Yukk masuk” mereka pun masuk dan menuju ke kamar meli

 nuna terkejut melihat sosok rega ada di kamar meli. Nuna pun berdiri diam tanpa kata “Nahloh Nun kok malah berdiri di situ, sini donk” ajak meli. Kenapa Rega ada di kamar meli, mereka ngapain aja ?? oh my god. Nuna Berfikiran Negatif melihat sosok rega ada di kamar meli, di tambah Rumah meli sepi ga ada orang. Pembantunya pun pulang kampong ya jelas si nuna Kaget dan berfikiran negatif. Awalnya mereka janjian mau belajar bareng tapi si nuna diam saja seperti orang bego’ melihat si meli dan rega Bercanda tawa. “Nuna..!!!” bentak Meli, nuna hanya Melirik saja ga ada respon sama sekali, wajahnya di tekuk dan kusut. Lalu nuna pun beranjak pergi dari kamar meli, ia duduk-duduk di Ruang tamu.

“Nuna…!!!” sapa rega dari belakang kursi, lalu ia mendekati nuna, Rega pun duduk di samping nuna, “Nuna..!! jawab donk.” Regapun memegang tangan nuna, nuna pun Kaget ia menatap Rega “kamu kenapa ?? kamu cemburu ??” ujar rega “sok tau ah, nggak. Kamu kan pacaran ama si meli, kenapa megang tangan aku” nuna berusaha melepas genggaman rega. “Nuna..!! dengerin aku, aku itu saying kamu. Aku jatuh cinta sama kamu setelah aku ketemu kamu di Rumah ini waktu itu. Kamu wanita pertama yang singgah di hati aku. Aku jujur, aku ga gombal Nun. Aku dan meli hanya sebatas adik kakak. Meli adalah adik sepupu aku, aku tau semua tentang dirimu darinya. Jadi tolong jangan marah ya.” Ujar rega menjelaskan semua apa yang terjadi, nuna pun Terkejut mendengar Ucapan rega. Nuna tetap saja diam tanpa kata “Nuna.. Maukah kamu jadi pacar aku ??” ucap rega dengan penuh keromantisan, ia memberi setangkai bunga mawar merah yang segar. Tapi nuna tetap saja diam, Rega pun juga diam menatap nuna Lalu, “Rega… aaa.. akku. Emmm…. Aku…” gugup nuna “kenapa ??” “aku juga jatuh cinta sama kamu, aku mau jadi pacar kamu” ujar nuna Malu-malu

Regapun memeluk nuna dengan senang, “makasih ya sayang” ujar rega . “wahh ada yang lagi seneng nih, Traktiran jangan Lupa” sindir meli “Hahahaa . tenang saja gua traktir lu mel, oke ntar malem kita jalan” “siiippp,, awass boong lu kak. hahaa.. ciiieehh Nuna kasmaran ma kakak gua . hahaha..” “apaan siih mel” nuna malu-malu . meli tetap saja menertawakan nuna.

Akhirnya merekapun sama-sama bahagia, entah sampe kapan hubungan mereka akan bertahan, ya semoga saja Sampe akhir hayat .

 

The End

Jangan Lupa Komentarnya....

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s